Jumat, 08 Juni 2012

FITOKIMIA


Fitokimia
Standarisasi bahan baku
Sediaan fitofarmaka & sediaan galenika
PENILAIAN
Kehadiran
Tugas
UTS
UAS
referensi
Metode Fitokimia(Terjemahan), J. B. Harborne, Penerbit ITB Bandung
Khasiat Warna-Warni Makanan, Made Astaman dan Andreas Leomitro Kasih, Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Internet

Metabolisme
Metabolisme merupakan modifikasi senyawa kimia secara biokimia di dalam organisme dan sel.
Metabolisme mencakup sintesis (anabolisme) dan penguraian (katabolisme) molekul organik kompleks.
Metabolisme biasanya terdiri atas tahapan-tahapan yang melibatkan enzim, yang dikenal pula sebagai jalur metabolisme.
Metabolisme total merupakan semua proses biokimia di dalam organisme. Metabolisme sel mencakup semua proses kimia di dalam sel. Tanpa metabolisme, makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup.
Produk metabolisme disebut METABOLIT. Cabang biologi yang mempelajari komposisi metabolit secara keseluruhan pada suatu tahap perkembangan atau pada suatu bagian tubuh dinamakan METABOLOMIKA.
Berdasarkan pembentukannya dibagi 2 jenis yaitu
METABOLIT PRIMER & METABOLIT SEKUNDER
METABOLIT PRIMER
Merupakan Fundamental Building Block Kehidupan/Makhluk Hidup dan secara langsung terlibat  dlm proses metabolisme utama
Misal : karbohidrat, protein, lemak
METABOLIT SEKUNDER
Tidak memiliki fungsi untuk pertumbuhan & perkembangan secara langsung, tetapi penting utk kelangsungan hidup dan interaksi dg lingkungan
Misal : terpenoid, alkaloid, flavonoid
Karakteristik                    metabolit sekunder
Tidak esensial bagi pertumbuhan & perkembangan makhluk hidup
Ditemukan dlm bentuk yg unik dan berbeda-beda antara spesies yg 1 dg lainnya
Tidak selalu dihasilkan, tetapi hanya pada saat dibutuhkan saja atau pd fase-fase tertentu
Fungsi utk berinteraksi dg lingkungan misalnya utk mempertahankan diri dr lingkungan yg kurang menguntungkan
Klasifikasi metabolit sekunder
Tiga kelompok utama:
TERPENOID (mengandung C dan H)
contoh: monoterpena, seskuiterpena, diterpena, triterpena dan polimer terpena
FENOLIK (terbuat dr gula sederhana dan memiliki oksigen dan cincin benzena)
contoh: asam fenolat, kumarin, lignin, flavonoid dan tanin
Senyawa-senyawa yg mengandung NITROGEN
contoh: alkaloid dan glukosinolat
manfaat
Mempertahankan diri/survival
Berkompetisi
Misal:
Zat alelopati seperti tanin, quinon dan flavonoid membuat tanaman lain tidak dpt tumbuh di sekitarnya
Aspirin merupakan produk obat dr metabolit sekunder asam salisilat
Pestisida dan insektisida misalnya rotenon dan rotenoid
Tanaman tembakau dapat membentuk asam salisilat sebagai antibodi. Bila tembakau terkena virus maka produksi asam salisilat akan tinggi dan dalam tembakau dapat melakukan proses metilasi pada as salisilat menjadi metil salisilat.
Tanaman tidak dapat berpindah tempat. Misal tanaman pada lahan yang tercemar, agar tetap survive maka akan membentuk metabolit sekunder.
KESIMPULan
FITOKIMIA
Fitokimia = phytochemical
berasal dari kata phyto dan chemical
phyto = tumbuhan atau tanaman
chemical = zat kimia
FITOKIMIA = zat kimia yg terdapat     pd tumbuhan
Fitokimia=fitonutrien
Dlm arti luas : segala jenis zat kimia atau nutrien yg diturunkan dr sumber tumbuhan, temasuk sayuran dan buah-buahan
Dlm arti sempit: senyawa yg ditemukan pd tumbuhan yg tidak dibutuhkan utk fungsi normal tubuh, tetapi memiliki efek menguntungkan bagi kesehatan dan memiliki peran aktif dlm pencegahan penyakit
Ketiadaan zat2 ini tidak akan mengakibatkan penyakit defisiensi
Fitokimia termasuk metabolit sekunder
Karakteristik fitokimia
Metabolit sekunder
Pasti terkandung dalam setiap tumbuhan
Dapat memberikan citarasa, aroma atau warna khas pada tumbuhan tersebut
Ada sekitar 30 ribu jenis fitokimia yg telah ditemukan, dan sekitar 10 ribu terkandung dlm makanan
Sumber : sayuran, buah-buahan, serealia, kacang-kacangan & biji-bijian
khasiat
antioksidan
antimikroba
antitrombotik
mengatur tekanan darah
mengatur kadar gula darah
antioksidan
Menstabilkan sel, efeknya mencegah penuaan
Membantu melawan kerusakan akibat radikal bebas dan molekul yg melemahkan sistem kekebalan tubuh
Membantu mencegah kanker, penyakit jantung dan kondisi lain yg merugikan kesehatan
Anti-inflamasi
Menurunkan kadar kolesterol dlm darah
Sumber fitokimia
Buah-buahan: apel, aprikot, alpukat, pisang, ceri, jeruk, anggur, kiwi, lemon, mangga, melon, jeruk, pepaya, persik, pir dan plum
Serealia: jagung, gandum, beras merah, dan benih gandum
Kacang-kacangan dan biji-bijian: kacang hijau, biji wijen, dan kedelai
Sayuran: Asparagus, buncis, bit, brokoli, kubis brussel, kol, wortel, seledri, kembang kol, jagung, terung, sayuran hijau gelap dan selada, jamur, bawang, cabe, kentang, labu,  tomat, dan lainnya
Sekilas hnrc
HNRC(Human Nutrition Research Center on Aging)
HNRC memberi nilai pada 60 buah-buahan dan sayuran yg berpotensi menjadi antioksidan
Buah dengan skor tertinggi dalam studi HNRC adalah blueberry, kemudian stroberi, plum, dan kismis
Makanlah buah dan sayuran berwarna biru, merah, ungu, oranye, kuning, dan hijau
DELAPAN KELAS UTAMA fitokimia
Terpenoid atau Isoprenoid
Polifenol
Glukosinolat
Fitosterol
Kapsaisin
Klorofil
Betalain, betanin, betain
Pektin
Terpenoid atau isoprenoid
Terbagi dalam 2 kelas utama yaitu KAROTENOID dan NON KAROTENOID
KAROTENOID bermanfaat utk kesehatan mata
Terdapat pd buah-buahan yg berwarna kuning sampai merah
Skrining fitokimia
Alkaloid
Tanin
Saponin
Kardenolin/bufadienol
Flavonoid
Antrakuinon
Steroid
Kumarin
Metode pemisahan
Rina Wahyu Suprihatin, S. Si
  • Definisi
  • suatu cara yang digunakan untuk memisahkan atau memurnikan suatu senyawa atau skelompok senyawa yang mempunyai susunan kimia yang berkaitan dari suatu bahan, baik dalam skala laboratorium maupun skala industri
  • Tujuan
  • Mendapatkan zat murni atau beberapa zat murni dari suatu campuran, sering disebut sebagai pemurnian
  • Mengetahui keberadaan suatu zat dalam suatu sampel (analisis laboratorium)
  • Berdasar                                 Tahap Proses Pemisahan
  • Metode Pemisahan Sederhana
  • Metode Pemisahan Kompleks
  • Metode Pemisahan Sederhana
  • metode yang menggunakan cara satu tahap. Proses ini terbatas untuk memisahkan campuran atau larutan yang relatif sederhana.
  • Metode Pemisahan Kompleks
  • Memerlukan beberapa tahapan kerja, diantaranya penambahan bahan tertentu,pengaturan proses mekanik alat, dan reaksi-reaksi kimia yang diperlukan
  • Metode ini biasanya menggabungkan dua atau lebih metode sederhana
  • Contohnya, pengolahan bijih dari pertambangan memerlukan proses pemisahan kompleks
  • Agar tidak salah memilih metode, ada beberapa faktor yg harus diperhatikan
  • Keadaan zat yang diinginkan terhadap campuran, apakah zat ada di dalam sel makhluk hidup, apakah bahan terikat secara kimia, dan sebagainya
  • Kadar zat yang diinginkan terhadap campurannya, apakah kadarnya kecil atau besar
  • Sifat khusus dari zat yang diinginkan dan campurannya, misalnya zat tidak tahan panas, mudah menguap, kelarutan terhadap pelarut tertentu, titik didih, dan sebagainya
  • Standar kemurnian yang diinginkan. Kemurnian 100% memerlukan tahap yang berbeda dengan 96%
  • Zat pencemar dan campurannya yang mengotori beserta sifatnya
  • Nilai guna zat yang diinginkan, harga, dan biaya proses pemisahan
  • Dasar Pemisahan Campuran
  • Ukuran partikel
  • Titik didih
  • Kelarutan
  • Pengendapan
  • Difusi
  • Adsorbsi
  • Ukuran partikel
  • Bila ukuran partikel zat yang diinginkan berbeda dengan zat yang tidak diinginkan (zat pencampur) dapat dipisahkan dengan metode filtrasi (penyaringan)
  • Jika partikel zat hasil lebih kecil daripada zat pencampurnya, maka dapat dipilih penyring atau media berpori yang sesuai dengan ukuran partikel zat yang diinginkan
  • Partikel zat hasil akan melewati penyaring dan zat pencampurnya akan terhalang.
  • Titik didih
  • Bila antara zat hasil dan zat pencampur memiliki titik didih yang jauh berbeda dapat dipishkan dengan metode destilasi
  • Apabila titik didih zat hasil lebih rendah daripada zat pencampur, maka bahan dipanaskan antara suhu didih zat hasil dan di bawah suhu didih zat pencampur
  • Zat hasil akan lebih cepat menguap, sedangkan zat pencampur tetap dalam keadaan cair dan sedikit menguap ketika titik didihnya terlewati
  • Proses pemisahan dengan dasar perbedaan titik didih ini bila dilakukan dengan kontrol suhu yang ketat akan dapat memisahkan suatu zat dari campuranya dengan baik, karena suhu selalu dikontrol untuk tidak melewati titik didih campuran.
  • Kelarutan
  • Suatu zat selalu memiliki spesifikasi kelarutan yang berbeda, artinya suatu zat mungkin larut dalam pelarut A tetapi tidak larut dalam pelarut B, atau sebaliknya
  • Secara umum pelarut dibagi menjadi dua, yaitu pelarut polar, misalnya air, dan pelarut nonpolar (disebut juga pelarut organik) seperti alkohol, aseton, methanol, petrolium eter, kloroform, dan eter
  • Dengan melihat kelarutan suatu zat yang berbeda dengan zat-zat lain dalam campurannya, maka kita dapat memisahkan zat yang diinginkan tersebut dengan menggunakan pelarut tertentu.
  • Pengendapan
  • Suatu zat akan memiliki kecepatan mengendap yang berbeda dalam suatu campuran atau larutan tertentu
  •  Zat-zat dengan berat jenis yng lebih besar daripada pelarutnya akan segera mengendap
  • Jika dalam suatu campuran mengandung satu atau beberapa zat dengan kecepatan pengendapan yang berbeda dan kita hanya menginginkan salah satu zat, maka dapat dipisahkan dengan metode sedimentasi atau sentrifugasi
  • Namun jika dalam campuran mengandung lebih dari satu zat yang akan kita inginkan, maka digunakan metode presipitasi. Metode presipitasi biasanya dikombinasi dengan metode filtrasi.
  • Difusi
  • Dua macm zat berwujud cair atau gas bila dicampur dapat berdifusi (bergerak mengalir dan bercampur) satu sama lain
  • Gerak partikel dapat dipengaruhi oleh muatan listrik. Listrik yang diatur sedemikian rupa (baik besarnya tegangan maupun kuat arusnya) akan menarik partikel zat hasil ke arah tertentu sehingga diperoleh zat yang murni
  • Metode pemisahan zat dengan menggunakan bantuan arus listrik disebut elektrodialisis
  • Selain itu kita mengenal juga istilah elektroforesis, yaitu pemisahan zat berdasarkan banyaknya nukleotida (satuan penyusun DNA); dapat dilakukan dengan elektroforesis menggunakan suatu media agar yang disebut gel agarosa.
  • Adsorbsi
  • Adsorbsi merupakan penarikan suatu zat oleh bahan pengadsorbsi secara kuat sehingga menempel pada permukaan dari bahan pengadsorbsi
  • Penggunaan metode ini diterapkan pada pemurnian air dan kotoran renik atau organisme
  • Jenis-jenis Metode Pemisahan
  • Filtrasi
  • Sublimasi
  • Kristalisasi
  • Destilasi
  • Ekstraksi
  • Adsorbsi
  • Kromatografi
  • Filtrasi
  • Merupakan metode pemisahan untuk memisahkan zat padat dari cairannya dengan menggunakan alat berpori (penyaring)
  • Dasar pemisahan metode ini adalah perbedaan ukuran partikel antara pelarut dan zat terlarutnya
  • Penyaring akan menahan zat padat yang mempunyai ukuran partikel lebih besar dari pori saringan dan meneruskan pelarut
  • Proses filtrasi yang dilakukan adalah bahan harus dibuat dalam bentuk larutan atau berwujud cair kemudian disaring
  • Hasil penyaringan disebut filtrat sedangkan sisa yang tertinggal dipenyaring disebut residu (ampas)
  • Metode ini dimanfaatkan untuk membersihkan air dari sampah pada pengolahan air, menjernihkan preparat kimia di laboratorium, menghilangkan pirogen (pengotor) pada air suntik injeksi dan obat-obat injeksi, dan membersihkan sirup dari kotoran yang ada pada gula
  • Penyaringan di laboratorium dapat menggunakan kertas saring dan penyaring buchner
  • Penyaring buchner adalah penyaring yang terbuat dari bahan kaca yang kuat dilengkapi dengan alat penghisap.
  • gambar corong buchner (yg dihubungkan dg labu yg terhubung dg pompa vakum)
  • Sublimasi
  • Merupakan metode pemisahan campuran dengan menguapkan zat padat tanpa melalui fasa cair terlebih dahulu sehingga kotoran yang tidak menyublim akan tertinggal
  • Bahan-bahan yang menggunakan metode ini adalah bahan yang mudah menyublim, seperti kamfer dan iod
  • Kristalisasi
  • Merupakan metode pemisahan untuk memperoleh zat padat yang terlarut dalam suatu larutan
  • Dasar metode ini adalah kelarutan bahan dalam suatu pelarut dan perbedaan titik beku
  • Kristalisasi ada dua cara yaitu kristalisasi penguapan dan kristalisasi pendinginan
  • Contoh proses kristalisasi dalam kehidupan sehari-hari adalah pembuatan garam dapur dari air laut. Mula-mula air laut ditampung dalam suatu tambak, kemudian dengan bantuan sinar matahari dibiarkan menguap. Setelah proses penguapan, dihasilkan garam dalam bentuk kasar dan masih bercampur dengan pengotornya, sehingga untuk mendapatkan garam yang bersih diperlukan proses rekristalisasi (pengkristalan kembali)
  • Contoh lain adalah pembuatan gula putih dari tebu. Batang tebu dihancurkan dan diperas untuk diambil sarinya, kemudian diuapkan dengan penguap hampa udara sehingga air tebu tersebut menjadi kental, lewat jenuh, dan terjadi pengkristalan gula. Kristal ini kemudian dikeringkan sehingga diperoleh gula putih atau gula pasir
  • Destilasi
  • Merupakan metode pemisahan untuk memperoleh suatu bahan yang berwujud cair yang terkotori oleh zat padat atau bahan lain yang mempunyai titik didih yang berbeda
  • Dasar pemisahan adalah perbedaan titik didih
  • Bahan yang dipisahkan dengan metode ini adalah bentuk larutan atau cair, tahan terhadap pemanasan, dan perbedaan titik didihnya tidak terlalu dekat
  • Proses pemisahan yang dilakukan adalah bahan campuran dipanaskan pada suhu diantara titik didih bahan yang diinginkan. Pelarut bahan yang diinginkan akan menguap, uap dilewatkan pada tabung pengembun (kondensor). Uap yang mencair ditampung dalam wadah. Bahan hasil pada proses ini disebut destilat, sedangkan sisanya disebut residu.
  • Contoh destilasi adalah proses penyulingan minyak bumi, pembuatan minyak kayu putih, dan memurnikan air minum.
  • Ekstraksi
  • Merupakan metode pemisahan dengan melarutkan bahan campuran dalam pelarut yang sesuai
  • Dasar metode pemisahan ini adalah kelarutan bahan dalam pelarut tertentu
  • Jenis metode ekstraksi
  • Cara dingin : maserasi dan perkolasi
  • Cara panas : refluks, soxhletasi, infudasi, digesti
  • Adsorbsi
  • Merupakan metode pemisahan untuk membersihkan suatu bahan dari pengotornya dg cara penarikan bahan pengadsorbsi secara kuat sehingga menempel pada permukaan bahan pengadsorbsi
  • Penggunaan metode ini dipakai untuk memurnikan air dari kotoran renik atau mikroorganisme, memutihkan gula yang berwarna coklat karena terdapat kotoran
  • Kromatografi
  • Merupakan cara pemisahan berdasarkan perbedaan kecepatan perambatan pelarut pada suatu lapisan zat tertentu
  • Dasar pemisahan metode ini adalah kelarutan dalam pelarut tertentu, daya absorbsi oleh bahan penyerap, dan volatilitas (daya penguapan)
  • Contoh proses kromatografi sederhana adalah kromatografi kertas untuk memisahkan tinta
  • Teknik kromatografi yang umum digunakan dibidang farmasi yaitu kromatografi kolom, kromatografi kertas, kromatografi lapis tipis, kromatografi gas, dan high performance liquid chromatography (kromatografi cair kinerja tinggi / KCKT).
part 2.
  • SEDIAAN GALENIK
  • DAN
  • FITOFARMAKA
  • Kronologi Istilah
TUMBUHAN (bagian yg mengandung obat)
SIMPLISIA (bhn obat nabati)
diambil dan diolah
Sediaan / Preparat
  • SimpIisia
  • Adalah bahan alamiah yang dipergunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun juga dan kecuali dinyatakan lain, berupa bahan yang telah dikeringkan
  • Simplisia dapat berupa simplisia nabati, simplisia hewani dan simplisia pelikan (mineral).
  • Proses pembuatan simplisia
1)      Pengumpulan bahan baku, dipengaruhi oleh waktu & teknik pengumpulan
2)      Sortasi basah, bertujuan membersihkan dari benda-benda asing seperti tanah, kerikil, rumput, bagian tanamn lain & bahan yg rusak
3)      Pencucian simplisia dengan menggunakan air, sebaiknya memperhatikan sumber air, agar diketahui sumber air tersebut mengalami pencemaran atau tidak
4)      Pengubahan bentuk simplisa seperti perajangan, pengupasan, pemecahan, penyerutan, pemotongan
5)      Pengeringan dilakukan sedapat mungkin tidak merusak kandungan senyawa aktif dalam simplisia. Tujuan pengeringan yaitu agar simplisia awet, dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama
6)      Sortasi kering, bensa-benda asing yg masih tertinggal, dipisahkan agar simplisia bersih sebelum dilakukan pengepakan
7)      Pengepakan dan penyimpanan untuk mencegah terjadinya penurunan mutu simplisia
  • Parameter Standar Mutu Simplisia
  • Mempunyai 3 parameter mutu suatu bahan:
1)      Kebenaran jenis (identifikasi)
2)      Kemurnian (bebas dr kontaminasi kimia&biologi)
3)      Stabil (wadah, penyimpanan, transportasi)
  • Mempunyai 3 paradigma produk kefarmasian:
1)      Quality (mutu)
2)      Safety (aman)
3)      Efficacy (manfaat)
  • Mempunyai spesifikasi kimia : informasi komposisi (jenis & kadar) kandungan senyawa
  • SEJARAH & DEFINISI                   SEDIAAN GALENIKA
  • Istilah Galenika diambil dari nama seorang tabib Yunani, CLUDIUS GALENOS (GALEN)
  • Ilmu Galenika : ilmu yg mempelajari tentang pembuatan sediaan preparat obat dg cara sederhana & dibuat dari alam (tumbuhan dan hewan)
  • SEDIAAN GALENIKA : sediaan yg dibuat dari bahan baku yg berasal dari hewan atau tumbuhan yg disari
  • Prinsip Pembuatan
  • Bagian tumbuhan yg mengandung obat diolah menjadi simplisia atau bahan obat nabati
  • Dari simplisia tersebut bahan obat yg terdapat di dalamnya diambil & diolah dlm bentuk sediaan (preparat)
  • Tujuan pembuatan
  • Memisahkan zat utama dr zat tambahan yg tidak berfaedah
  • Membuat sediaan yg sederhana & mudah dipakai
  • Agar zat obat yg terkandung dlm sediaan tersebut stabil dlm penyimpanan yg lama
  • Hal-hal yg perlu diperhatikan
  • Derajat kehalusan
Harus disesuaikan dg mudah atau tidaknya zat obat yg terkandung tersebut disari. Semakin sukar disari, simplisia harus dibuat semakin halus, pun sebaliknya
  • Konsentrasi/kepekatan
Agar tidak mengalami kesulitan dlm pembuatan, konsentrasinya harus jelas
  • Suhu & lamanya waktu
Disesuaikan dg sifat zat obat: mudah menguap atau tidak, mudah disari atau tidak
  • Bahan penyari & cara penyarian
Disesuaikan dg sifat kelarutan zat obat & daya serap bahan penyari ke dlm simplisia
  • Bentuk-bentuk sediaan galenika
  • Hasil Penarikan
Extracta, Tinctura, Infusa/decocta
  • Hasil Penyulingan/pemerasan
Aqua Aromatica, Olea volatilia (minyak menguap), Olea pinguia (minyak lemak)
  • Syrup
  • Extracta
  • Ekstrak adalah sediaan yg berbentuk kering, kental atau cair, dibuat dg menyari simplisia nabati atau hewani menurut cara yg sesuai, yaitu dg maserasi, perkolasi atau penyeduhan dg air mendidih.
  • Sebagai cairan penyari digunakan air, eter atau campuran etanol & air.
Cara Pembuatan
  • Penyarian simplisia dg air dilakukan dg cara maserasi, perkolasi atau penyeduhan dg air mendidih
  • Penyarian dg campuran etanol dan air dilakukan dg cara maserasi atau perkolasi
  • Penyarian dg eter dilakukan dg perkolasi
  • Tujuan Pembuatan : agar zat berkhasiat yg terkandung pd simplisia terdapat dlm bentuk yg mempunyai kadar tinggi sehingga mudah diatur dosisnya
  • Dalam sediaan ekstrak kadar zat berkhasiatnya dapat distandarisasi dibanding jika dlm bentuk simplisia sukar didapat kadar yg sama
  • Ekstrak dibedakan berdasarkan konsistensi menjadi :
  1. Extractum liquidum (ekstrak cair)
  2. Extractum spissum (ekstrak kental)
  3. Extractum siccum (ekstrak kering)
  • Ekstrak kering pd umumnya higroskopis, sehingga harus disimpan dlm botol. Ekstrak kering harus mudah digerus menjadi serbuk. Contoh: Aloe extractumRhei extractum (kelembak), dll.
  • Ekstrak kental  sering diencerkan, sehingga harus diketahui kelarutan ekstrak tsb dlm larutan atau pelarut. Contoh: Belladonae extractumHycoscyami extractum.
  • Contoh ekstrak cair : chinchonae extractum(kina), colae extractum(kola), stramonii extractum dsb.
  • Tinctura
  • Tingtur adalah sediaan cair yang dibuat dg cara maserasi atau perkolasi simplisia nabati atau hewani atau dg cara melarutkan senyawa kimia dlm pelarut yg tertera pd masing-masing monografi
  • Contoh tingtur : Belladonnae tincturaCinnamomi tinctura (kayu manis), Digitalis tincturaIodii tincturaOpii tincturaOpii aromatica tincturaValerianae tinctura (semuanya di FI III)
  • Beda penyarian ekstrak dengan tingtur : pd ekstrak disari sampai zat berkhasiat dlm simplisia habis sedangkan pd tingtur hanya sebagian zat berkhasiat tersari
  • Infusa
  • Adalah sediaan cair yg dibuat dg menyari simplisia nabati dg air pada suhu          selama 15 menit
  • Hal-hal yg harus diperhatikan:
  1. Jumlah simplisia
  2. Derajat halus simplisia
  3. Banyaknya ekstra cair
  4. Cara menyerkai
  5. Penambahan bahan lain (utk menambah kelarutan, kestabilan, atau menghilangkan zat-zat yg menyebabkan efek lain
Cara pembuatan:
  • Campur simplisia dg derajat halus yg cocok dlm panci dg air secukupnya
  • Panaskan di atas tangas air selama 15 menit terhitung mulai suhu mencapai         sambil sesekali diaduk
  • Serkai selagi panas melalui kain flanel
  • Tambahkan air panas secukupnya melalui ampas hingga diperoleh volume infus yg dikehendaki
  • Aqua aromatica
  • Adalah larutan jenuh minyak atsiri dlm air. Merupakan cairan jernih atau agak keruh, mempunyai rasa & bau yang tidak menyimpang dari bau & rasa minyak atsiri asal
  • Air aromatik disimpan dlm wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya & di tempat yg sejuk
Cara Pembuatan:
  • Melarutkan sejumlah minyak atsiri dlm air sesuai yg tertera dalam 60 mL etanol 95%
  • Lalu ditambah air sedikit demi sedikit sambil dikocok kuat-kuat, hingga 100 mL
  • Ditambah 500 mg talcum sambil dikocok sekali-kali,  dibiarkan selama beberapa jam & disaring
  • Kemudian 1 bagian volume filtrat diencerkan dg 39 bagian volume air
  • Contoh : aqua foeniculi (adas), aqua menthae piperitaeaqua rosae
  • Untuk pembuatan aqua rosae : melarutkan     1 g oleum rosae dlm 20 mL etanol. Pada filtrat ditambahkan air secukupnya hingga 5000 mL & disaring
  • Bila dlm penyimpanan terjadi kekeruhan, maka sebelum digunakan harus dikocok kuat-kuat
  • Olea volatilia
  • Adalah massa yg berbau khas, berasal dr tanaman, mudah menguap pd suhu kamar tanpa mengalami penguraian
  • Nama lain : volatile oilessential oileterial oil
  • Pd umumnya tidak berwarna atau berwarna pucat, bila dibiarkan akan berwarna lebih gelap, bau seperti tanaman penghasilnya
  • Manfaat : anti bakteri, anti jamur
  • Contoh: oleum foeniculioleum eucalypti, dll
  • Olea pinguia
  • Adalah campuran senyawa asam lemak bersuku tinggi dg gliserin (gliserida asam lemak bersuku tinggi)
  • Cara-cara mendapatkan minyak lemak :
1)      Diperas pada suhu biasa, misalnya: oleum arachidisoleum olivaeoleum ricini
2)      Diperas pada suhu panas, misalnya: oleum cacaooleum cocos
  • Contoh-contoh minyak lemak:
1)      Minyak Kacang = Oleum Arachidis
2)      Minyak Coklat = Oeum Cacao
3)      Minyak Kelapa = Oleum Cocos
4)      Minyak Ikan = Oleum Iecoris Aselli
5)      Minyak Zaitun = Oleum Olivae
6)      Minyak Jarak = Oleum Ricini
7)      Minyak Wijen = Oleum Sesami
8)      Minyak Kelapa Murni = Oleum Cocos purum
9)      Minyak Jagung = Oleum Maydis
10)   Minyak Pala = Oleum Myristicae expressum
  • Syrup
  • Adalah sediaan cair berupa larutan yg mengandung sakarosa
  • Kadar sakarosa adalah tidak kurang dari 64,0% & tidak lebih dari 66,9%
  • Sirup dlm sediaan galenika adalah pembuatan sirup dari simplisia. Ditambahkan nipagin 0,25% b/v. Disimpan dlm wadah tertutup rapat & di tempat sejuk
  • Kadar gula dlm sirup pd suhu kamar maksimum 66% sakarosa, bila lebih tinggi akan terjadi pengkristalan, tetapi bila lebih rendah dari 62% sirup akan membusuk
  • Pada penyimpanan dapat terjadi inversi dari sakarosa (pecah menjadi glukosa dan fruktosa). Bila sirup yg bereaksi asam, inversi dapat terjadi lebih cepat
  • Bila kadar sakarosa turun karena inversi, maka jamur dapat tumbuh
  • Bila dlm resep, sirup diencerkan dg air, dapat ditumbuhi jamur sehingga perlu ditambahkan pengawet
  • Contoh: ipecacuanhae sirupus, dibuat dengan mencampur 10 bagian ipecacuanhae tinctura dg 90 bagian sirupus simplek dsb
  • Prioritas Pemilihan                               dlm Pembuatan Sediaan Galenik
  • Bahan baku relatif mudah diperoleh
  • Didasarkan pd penyakit yg ada di Indonesia
  • Perkiraan manfaat terhadap penyakit tertentu
  • Memiliki rasio resiko & kegunaan yg menguntungkan penderita
  • Merupakan satu-satunya alternatif pengobatan
  • FITOFARMAKA
  • Obat Bahan Alam Indonesia : Jamu, OHT, Fitofarmaka
  • OBAT BAHAN ALAM INDONESIA
  • JAMU : bahan atau ramuan bahan yg berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan galenik atau campuran dari bahan tersebut, yg secara turun temurun telah digunakan utk pengobatan berdasarkan pengalaman
  • OHT (Obat Herbal Terstandar) : sediaan obat bahan alam yg telah dibuktikan keamanan & khasiatnya secara ilmiah dg uji praklinik & bahan bakunya telah distandardisasi
  • FITOFARMAKA : sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dg uji praklinik dan klinik, bahan baku & produk jadinya telah distandardisasi
  • Jumlah fitofarmaka di Indonesia hingga tahun 2011 hanya ada 5 yaitu Stimuno (Dexa Medica), X-Gra (Phapros), Tensigard (Phapros), Rheumaneer (Nyonya Meneer), dan Nodiar (Kimia Farma)
  • Sedangkan OHT mencapai 17
  • Golongan jamu mencapai ribuan
  • Peraturan BPOM
  • Keputusan Kepala BPOM RI Nomor HK.00.05.4.2411 T e n t a n g
  • KETENTUAN POKOK PENGELOMPOKAN DAN PENANDAAN OBAT BAHAN ALAM INDONESIA
  • selengkapnya…….
  • Harus ada pengujian
  • Fitofarmaka harus didukung oleh hasil pengujian, dg protokol pengujian yg jelas dan dapat dipertanggungjawabkan
  • Pengujian meliputi:
  1. Uji Toksikologi
  2. Uji Efek Farmakologi
  3. Uji Klinik
  4. Uji Kualitas
  5. Uji lain yg dipersyaratkan
  • Uji Klinik
  • Adalah pengujian pd manusia untuk mengetahui dan memastikan adanya efek farmakologi, tolerabilitas, pengobatan penyakit atau pengobatan gejala penyakit
  •  Syarat dlm Uji Klinik
  • Dpt dilakukan uji klinik pd manusia apabila sudah melalui penelitian toksisitas dan kegunaan pd hewan
  • Merupakan suatu kegiatan pengujian multidisiplin
  • Harus memenuhi syarat-syarat ilmiah dan metodologi suatu uji klinik utk pengembangan dan evaluasi khasiat klinik suatu obat baru
  • Harus memenuhi prinsip-prinsip etika sejak perencanaan sampai pelaksanaan dan penyelesaian uji klinik
  • Dilakukan oleh tim peneliti yg mempunyai keahlian, pengalaman, kewenangan dan tanggung jawab dlm pengujian klinik dan evaluasi khasiat klinik obat
  • Hanya dpt dilakukan oleh unit-unit pelayanan dan penelitian yg memungkinkan utk pelaksanaan suatu uji klinik baik dari segi kelengkapan sarana keahlian personalia maupun tersedianya pasien yg mencukupi
  •  Parameter Standar Mutu
  • Keseragaman bobot
  • Keseragaman volume
  • Kadar air
  • Derajat halus
  • Waktu hancur
  • Kandungan mikroba
  • Angka kapang
  • Kandungan anatoksin
  • Bahan tambahan
  • Kadar etanol
  • Zat identitas
  • Stabilitas
  • Kadar kadaluwarsa
  • Parameter Sediaan Bentuk Rajang
  • Keseragaman bobot
  • Keseragaman volume
  • Kadar air
  • Derajat halus
  • Waktu hancur
  • Kandungan mikroba
  • Angka kapang
  • Kandungan anatoksin
  • Bahan tambahan
  • Kadar etanol
  • Zat identitas
  • Stabilitas
  • Kadar kadaluwarsa
  • Parameter Sediaan Bentuk Serbuk
  • Keseragaman bobot
  • Keseragaman volume
  • Kadar air
  • Derajat halus
  • Waktu hancur
  • Kandungan mikroba
  • Angka kapang
  • Kandungan anatoksin
  • Bahan tambahan
  • Kadar etanol
  • Zat identitas
  • Stabilitas
  • Kadar kadaluwarsa
  • Parameter Sediaan Bentuk Kapsul serta Pil / Tablet
  • Sama dengan bentuk serbuk, tetapi tanpa waktu hancur
  • Parameter Bentuk Sediaan Cairan
  • Keseragaman volume
  • Kadar alkohol
  • Kandungan mikroba
  • Angka kapang
  • Bahan tambahan
  • Kadar etanol
  • Parameter Bentuk Sediaan Salep / Krim
  • Waktu hancur
  • Kandungan mikroba
  • Angka kapang
  • Kandungan anatoksin
  • Bahan tambahan
  • Kadar etanol

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar